Selasa, 21 Desember 2010

Kontraksi Palsu (braxton hicks)

Menurut Awen, pengalaman selama hamil itu salah satu pengalaman yang berharga. Kenapa? Karena tidak semua perempuan mendapatkan pengalaman ini setiap tahun. Untuk jaman sekarang, seorang perempuan mungkin hanya bisa mengalami sebanyak dua atau tiga kali dan paling banyak sekitar belasan kali. Sejak awal kehamilan, Awen pengen bisa mendokumentasikan semua perkembangan bayi di dalam rahim, tapi akhirnya keinginan itu terhambat oleh tugas-tugas kuliah dan kemalasan untuk menulis. Tak apa-apalah, hal yang paling penting adalah anakku sadar bahwa ibunya berusaha untuk memperhatikan perkembangannya semenjak dini.

Salah satu pengalaman berharga ketika hamil adalah mengalami kontraksi palsu atau nama kerennya braxton hicks. 
"Seperti kontraksi persalinan lainnya, kontraksi palsu merupakan kontraksi dari otot-otot rahim (myometrium) akibat pengaruh hormon oksitosin. Kontraksi bisa terjadi kapan saja, tak melulu pada akhir kehamilan. Pada akhir trimester kedua, biasanya mulai terjadi kontraksi palsu (braxton hicks). Ini merupakan mekanisme latihan dari rahim, dan muncul tanpa nyeri persalinan (his). Biasanya tidak lama, kok, paling satu menit. Yang jelas, kontraksi palsu ini memang tidak boleh disertai nyeri atau mules, dan tidak boleh terlalu sering. Kontraksi palsu tidak nyeri, karena memang tekanannya belum sampai 40mm air (H2O). Rasa nyeri ini menjalar dari pinggang bagian belakang ke perut, dan terasa mulas seperti orang sakit perut. Kalau dipegang, perut si calon ibu juga terasa kencang.”
Sejujurnya, Awen enggak tau ada kontraksi palsu dalam kehamilan. Bahkan, ibu Awen yang seorang dokter pun lupa atau tidak tahu. (Hehehe) Alasan ibu, sudah lama enggak belajar tentang kehamilan dan udah lama enggak hamil. Ibu Awen juga sempet panik, keliatan dari mukanya, meski berusaha untuk tenang. Ibu akhirnya telpon temen-temennya yang spesialis kandungan untuk mendiagnosa lebih tepat. Pada kasus Awen, kontraksi palsu ini terjadi pada usia kehamilan 27 minggu. Sedangkan kontraksi pada kehamilan normal terjadi pada usia 37-40 minggu. Menurut Awen, cukup wajar kalau panik karena memang belum waktunya untuk melahirkan. Selain itu, sempet takut juga kalau ada kemungkinan keguguran kalau ada flek cokelat atau darah yang keluar. (Fuiiihhhh...) Alhamdulillah, kontraksinya memang palsu.

Hal yang dirasakan waktu itu, pinggang sakit luar biasa, perut mulas dan nyeri seperti mau BAB. Lama kelamaan, Awen sadar sakitnya mirip mau dapet menstruasi dan berlangsung hampir dua jam. So, Awen memang sempet panik karena sedikit beda dari keterangan di atas. Kalau badan diubah posisinya, sakit akan berkurang tapi muncul lagi. Setelah tidur selama beberapa jam, akhirnya kontraksi itu menghilang sendiri. Sebenernya, ada obat untuk mengurangi rasa sakit dari kontraksi, tapi Awen enggak mau minum. Awen berharap kontraksinya hilang sendiri.

Sebagai keterangan lebih lanjut, kontraksi palsu ini: 
Merupakan mekanisme biologis mempersiapkan otot-otot perut menjelang persalinan. Kondisi ini menandakan bahwa waktu persalinan sudah tidak lama lagi. Namun agar tidak panik menghadapi kontraksi tersebut, berikut beberapa gejala yang perlu diperhatian agar memastikan kontraksi tersebut palsu:
1
Tidak teratur. Kontraksi palsu terjadi dalam pola yang tidak teratur. Bisa terjadi dalam selang waktu yang berbeda, setiap 10 menit; 20 menit; atau 30 menit, tanpa pola yang jelas.
2
Akibat sebuah gerakan. Jika kontraksi terjadi saat Anda bergerak, misalnya berdiri, atau bangun dari tempat tidur, maka dapat dipastikan kontraksi tersebut adalah kontraksi palsu.
3
Kekuatan. Kontraksi palsu tidak bertambah kekuatannya. Bahkan semakin melemah dan kemudian menghilang. Sebaliknya kontraksi yang sesungguhnya justru bertambah kuat dirasakan dari waktu ke waktu.

Semoga keterangan ini bermanfaat buat ibu-ibu lain yang sedang hamil dan mengalami gejala yang sama. Oh iya, salah satu keterangan yang Awen dapet dari temen ibu adalah ada kemungkinan kontraksi palsu ini disebabkan oleh gerakan bayi yang mulai kencang kalau nyeri perutnya asimetris. Selain itu, ada kemungkinan bayi mulai masuk ke posisi panggul kalau nyerinya simetris. Entah mana yang benar karena butuh USG untuk mengetahui hal ini. 
Salah satu artikel yang Awen baca juga, kontraksi ini sering disebabkan bila sang ibu melakukan aktivitas yang membuat kelelahan dan ibu dalam kondisi tegang. Setelah Awen pikir kembali, malam sebelumnya memang Awen dalam keadaan tegang karena nonton pertandingan bola piala AFF antara Indonesia-Filipina leg kedua. (Hehehe). Padahal nontonnya di TV aja, cuma sampe teriak-teriak sama kakak dan bapak. Maaf ya dek, kamu juga ikut tegang ^^. Pertandingannya terlalu seru untuk dilewatkan. 
  
Pokoknya, selama hamil, memang harus berhati-hati menjaga kandungan agar tetap tenang dan nyaman. Smoga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan hingga saatnya tiba. Amin.


Sumber:
http://bibilung.wordpress.com/2007/11/23/jangan-tertipu-kontraksi-palsu/
http://www.conectique.com/tips_solution/pregnancy/baby_delivery/article.php?article_id=3192
http://keluargasurya.blogspot.com/2005/09/kontraksi-palsu.html
 
   


dbcn

Kamis, 02 Desember 2010

Dulu dan Sekarang

Dulu...
Pengen semua kerjaan cepet beres dan berjalan sempurna
Sekarang...
Harus pelan-pelan dan menerima ketidaksempurnaan

Dulu...
Bisa bergerak dengan bebas dan berlari
Sekarang...
Gerak terbatas dan berjalan

Dulu...
Bisa bergadang sampai tengah malam
Sekarang...
Baru bergadang dua hari, sakit sebulan

Dulu...
Bernafas panjang dan tidak terlalu cepat lelah
Sekarang...
Bernafas pendek dan cepat lelah

Dulu...
Lebih banyak memikirkan diri sendiri
Sekarang...
Memikirkan makhluk kecil yang ada di dalam diriku

Banyak perbedaan antara dulu dan sekarang.
Perlu proses untuk membuatku menerima perbedaan itu.
Proses yang cukup berat.

Tapi, perbedaan itu membuatku lebih banyak bersyukur, bersabar, dan pasrah.
Pasrah karena ada kekuatan yang lebih besar serta mengontrol diri ini.
Tidak semua keinginan bisa tercapai dengan mudah dan sesegera mungkin.
Bersabar karena tidak tiap saat akan mendapat pengalaman seperti ini.
Sedangkan hal yang betul-betul perlu disyukuri adalah
akan ada makhluk kecil yang menemani tidur dan bangunku...
meneruskan "kegilaan-kegilaanku"
(maaf ya nak... bukan nyumpahin, your mom juga punya sisi positif lho... hehehe)

Aku akan menunggumu... menjagamu hingga saat itu tiba... Insya Allah.
Habis itu kita main bareng ya, nak... ^^ Love you


dbcn

Senin, 29 November 2010

First Posting...

Finally... mulai menulis lagi... 
Btw, just call me: Awen

Sebenarnya dulu sering menulis di sebuah blog friendster, tapi kesenangan itu sekarang terhenti. 
Bahkan takut menulis. Ada beberapa penyebabnya...
Pertama, friendster udah lama ditinggalkan oleh teman-teman. Menurut Awen, ngapain nulis kalo enggak ada yang baca? Tapi pemikiran ini ga terlalu bener sih... menulis bisa jadi terapi psikologis untuk kita sendiri (ada penelitiannya lho!).
Kedua, Awen tidak suka dihakimi berdasarkan tulisan. Kalau mau mengenal Awen, marilah bertemu langsung dan berbicara. That's better...Awen beranggapan tulisan di blog hanya mencerminkan sebagian kecil dari kepribadian dan sifat kita. Masih banyak hal yang bisa dieksplor dengan cara bertemu dan bicara langsung. 
Ketiga, sedikit cemas menghabiskan banyak waktu menulis di blog, tapi enggak ngerjain tugas kuliah. Saat ini, awen masih kuliah di F. Psikologi UI yang tugasnya bejibun. Terlebih lagi awen sedang mengerjakan tiga laporan kasus dan tesis. Yes, this is suppose to be my last semester, apa daya kemungkinan nambah.. but that's fine. Perjalanan hidup seseorang tidak hanya dinilai dari seberapa jauh prestasi akademik. Kesuksesan tidak dinilai dari nilai IPK dan jumlah semester. Jadi, tetap bersemangatlah!!! 
Keempat, awen punya kesibukan lain saat ini, selain kuliah... sudah menikah dan sedang hamil. Walaupun suami jauh di pulau Borneo, awen tetep sibuk. hehehe. Sibuk menjaga kesehatan dengan cara tidur dan jalan-jalan.Intinya, males nulis....

Apapun penyebab awen takut menulis, sekarang berusaha untuk diatasi. Salah satunya untuk mencurahkan perasaan dan pikiran dalam tulisan agar lebih sehat mental. So, tetaplah mengikuti dan beri komentar jika berkenan ^_^ 


 

dbcn